SMS spam bikin gregetan.

Wednesday, 18 September 2013


    Lagi enak ngawang-ngawang antara tidur dan sadar  eh...  tiba-tiba jadi buyar, ringtone berbunyi tanda  ada sms masuk. Sementara waktu sudah jam sebelas malam, pikiran pun jadi jauh, kira-kira ini sms dari siapa dan ada apa malam-malam begini... Oalah..!  ternyata setelah dibuka cuma iklan jualan pulsa.. argh...%#* . Sms spam seperti  begini ini yang benar-benar bikin sebel, gregetan dan dongkol. Mau marah, mau marah ke siapa?    
    Belakangan ini, sms spam seperti ini bisa masuk sekaligus dua atau tiga dan yang lebih mengecewakan lagi datangnya dari operator kartu yang dipakai pula. Kalau sudah begini, mau bilang apa. Mau mengadu kemana? Masalah seperti ini terlihat sepele, tapi lama-lama capek juga menghadapi  hal-hal begini, terlebih lagi kadang datangya bisa jam 2 pagi selagi enak tidur.  Rasanya seperti kena serangan mendadak tanpa bisa membuat perlawanan.
     Agak miris juga melihat fenomena ini dan  rasanya kurang etis untuk para operator seluler yang menjejali inbox pelanggan dengan sms iklan dan sms spam lainnya. Sepertinya masih banyak cara yang bisa ditempuh untuk mempromosikan produk maupun  jasa yang mereka jual dengan cara yang lebih etis dan elegan. Strategi promosi  seperti ini justeru menimbulkan rasa antipati pelanggan dan bukannnya membuka sms tersebut malah buru-buru didelete bahkan sebelum dibaca. 
    Coba-coba buka websitenya YLKI sekaligus tata cara pengaduan keluhan, ternyata ada juga topik tentang sms premium yang sering menyedot pulsa konsumen,  tapi kurang jelas  juga apa sms spam yang tidak memakan pulsa tapi cukup menggangu ini bisa  masuk ke  ranah   keluhan yang layak untuk dilaporkan dan di tindak lanjuti. Ada yang pernah coba?...

   

Meremajakan otak dengan video game

Tuesday, 17 September 2013
        Percaya atau tidak,  bermain video game bisa membuat otak menjadi lebih muda, jadi bukan angkutan kota saja yang bisa diremajakan.Sebuah penelitian yang mendukung pernyataan ini dilakukan oleh sebuah  tim yang dipimpin oleh seorang professor neurologi  dari universitas California, San Fransisco. Dengan menguji coba game mengemudi  3D terhadap sekelompok orang tua, dimana game tersebut melibatkan aktivitas menekan tombol sesuai tanda khusus yang muncul pada permainan tersebut, mereka membuktikan bahwa permainan tersebut benar-benar memperbaiki kemampuan bekerja  secara ganda atau istilah kerennya multitask dari orang-orang tua tersebut.

     Dengan berlatih selama total waktu  12 dalam sebulan, orang-orang tua yang berumur 60 sampai 85 tahun ini menunjukan perbaikan kemampuan dalam memainkan game tersebut. Bahkan bermain lebih baik daripada mereka yang pertama kali bermain game yang sama yang  berumur sekitar 20 tahunan.
     Menariknya lagi, kemampuan  mereka di bidang lain diluar daripada permainan game tersebut juga ikut membaik, para orang tua ini  menjadi lebih suka memperhatikan  sesuatu yang khas dari lingkungan yang membuat mereka bosan. Enam bulan setelah uji coba tersebut berjalan, hal yang terpenting yang dibuktikan dari uji coba ini adalah perubahan nyata pada otak yang menunjukkan meningkatnya komunikasi antar bagian otak para orang tua tersebut.
    Nah...  ternyata permainan video game itu  selalu berdampak jelek kan?.. Selama masih dalam batas kewajaran baik dari sisi  waktu dan content permainan game itu sendiri.

sumber