Flu Singapura atau penyakit tangan, kaki, mulut yang sering menyerang balita. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi oleh virus RNA yang masuk dalam famili Picornaviridae. Tanda-tanda yang paling jelas tampak dari penyakit ini berupa pilek, bintik-bintik merah kecil disekitar mulut, kaki dan tangan juga timbul semacam bercak merah mirip sariawan di mulut . Bintik-bintik merah ini diikuti pula oleh semacam bintik berair yang kemudian pecah mirip seperti cacar air tapi lebih kesi dan berwarna merah.Umumnya penyakit ini tidak terlalu bahaya namun pada kasus tertentu dengan panas yang sangat tinggi dapat berakibat fatal dan kematian si penderita.
Penularan.
Flu ini menular melalu liur, cairan dari pecahan bintik merah penderita maupun secara tidak langsung dari benda yang terkontaminasi liur dan cairan pecahan bintik merah seprti disebutkan sebelumnya.
Waspada.
Pada kondisi tertentu (tergantung jenis virus yang menyerang) dapat menimbulkan panas yang tinggi sampai pada temperature 38 dearajat celcius. Kadang demam yang mengikuti flu ini tidak menimbulkan panas badan terlalu tinggi dan hal ini membuat penyakit ini agak terabaikan dan dianggap sebagai flu biasa, bisa pula demamnya pun hanya berlangsung sekitar satu atau dua hari. Gejala bintik-bintik merah muncul sekitar dua atau tiga hari kemuadian. Tanda-tanda lain yang perlu diwaspadai adalah bunyi nafas seperti mengorok pada bayi, berkurang nafsu makan, pilek dan kurang bersemangat.
Penanganan dan tindak lanjut.
Penanganan awal yang paling memungkinkan dari penyakit ini adalah dengan menjaga asupan cairan yang cukup dengan menyusui dan memberi minum si kecil sehingga tidak terjadi dehidrasi dan mengurang resiko kenaikan temperatur tubuh secara drastis.Minuman yang diberi jangan terlalu hangat karena menimbulkan rasa sakit jika terkena bercak-bercak merah yang mirip dengan sariawan pada mulut Si kecil akan sering terbangun dari tidur karena hidung tersumbat oleh pilek dan ingus yang mengalir jadi diusahakan agar sikecil merasa nyaman diikuti kesabaran menghadapi kondisi tersebut.
Tindak lanjut yang terbaik adalah degan membawa si kecil ke dokter guna mendapat penganan yang lebih baik dan obat yang sesuai.
Biasanya penderita akan memperoleh kekebalan tubuh setelah terkena penyakit tersebut namun mengingat varian virus yang membawa penyakit ini tidak hanya satu macam maka tidak tertutup kemungkinan dapat terjangkiti kembali melalu virus yang lain.
Pencegahan terbaik dari penyakit ini adalah dengan meningkatkan daya tahan tubuh dengan asupan gizi yang lebih baik dan menjaga kebersihan anak, perlengkapan rumah dan lingkungan sekitar tempat tinggal.
Penularan.
Flu ini menular melalu liur, cairan dari pecahan bintik merah penderita maupun secara tidak langsung dari benda yang terkontaminasi liur dan cairan pecahan bintik merah seprti disebutkan sebelumnya.
Waspada.
Pada kondisi tertentu (tergantung jenis virus yang menyerang) dapat menimbulkan panas yang tinggi sampai pada temperature 38 dearajat celcius. Kadang demam yang mengikuti flu ini tidak menimbulkan panas badan terlalu tinggi dan hal ini membuat penyakit ini agak terabaikan dan dianggap sebagai flu biasa, bisa pula demamnya pun hanya berlangsung sekitar satu atau dua hari. Gejala bintik-bintik merah muncul sekitar dua atau tiga hari kemuadian. Tanda-tanda lain yang perlu diwaspadai adalah bunyi nafas seperti mengorok pada bayi, berkurang nafsu makan, pilek dan kurang bersemangat.
Penanganan dan tindak lanjut.
Penanganan awal yang paling memungkinkan dari penyakit ini adalah dengan menjaga asupan cairan yang cukup dengan menyusui dan memberi minum si kecil sehingga tidak terjadi dehidrasi dan mengurang resiko kenaikan temperatur tubuh secara drastis.Minuman yang diberi jangan terlalu hangat karena menimbulkan rasa sakit jika terkena bercak-bercak merah yang mirip dengan sariawan pada mulut Si kecil akan sering terbangun dari tidur karena hidung tersumbat oleh pilek dan ingus yang mengalir jadi diusahakan agar sikecil merasa nyaman diikuti kesabaran menghadapi kondisi tersebut.
Tindak lanjut yang terbaik adalah degan membawa si kecil ke dokter guna mendapat penganan yang lebih baik dan obat yang sesuai.
Biasanya penderita akan memperoleh kekebalan tubuh setelah terkena penyakit tersebut namun mengingat varian virus yang membawa penyakit ini tidak hanya satu macam maka tidak tertutup kemungkinan dapat terjangkiti kembali melalu virus yang lain.
Pencegahan terbaik dari penyakit ini adalah dengan meningkatkan daya tahan tubuh dengan asupan gizi yang lebih baik dan menjaga kebersihan anak, perlengkapan rumah dan lingkungan sekitar tempat tinggal.
0 comments:
Post a Comment