Lagi enak ngawang-ngawang antara tidur dan sadar eh... tiba-tiba jadi buyar, ringtone berbunyi tanda ada sms masuk. Sementara waktu sudah jam sebelas malam, pikiran pun jadi jauh, kira-kira ini sms dari siapa dan ada apa malam-malam begini... Oalah..! ternyata setelah dibuka cuma iklan jualan pulsa.. argh...%#* . Sms spam seperti begini ini yang benar-benar bikin sebel, gregetan dan dongkol. Mau marah, mau marah ke siapa?
Belakangan ini, sms spam seperti ini bisa masuk sekaligus dua atau tiga dan yang lebih mengecewakan lagi datangnya dari operator kartu yang dipakai pula. Kalau sudah begini, mau bilang apa. Mau mengadu kemana? Masalah seperti ini terlihat sepele, tapi lama-lama capek juga menghadapi hal-hal begini, terlebih lagi kadang datangya bisa jam 2 pagi selagi enak tidur. Rasanya seperti kena serangan mendadak tanpa bisa membuat perlawanan.
Belakangan ini, sms spam seperti ini bisa masuk sekaligus dua atau tiga dan yang lebih mengecewakan lagi datangnya dari operator kartu yang dipakai pula. Kalau sudah begini, mau bilang apa. Mau mengadu kemana? Masalah seperti ini terlihat sepele, tapi lama-lama capek juga menghadapi hal-hal begini, terlebih lagi kadang datangya bisa jam 2 pagi selagi enak tidur. Rasanya seperti kena serangan mendadak tanpa bisa membuat perlawanan.
Agak miris juga melihat fenomena ini dan rasanya kurang etis untuk para operator seluler yang menjejali inbox pelanggan dengan sms iklan dan sms spam lainnya. Sepertinya masih banyak cara yang bisa ditempuh untuk mempromosikan produk maupun jasa yang mereka jual dengan cara yang lebih etis dan elegan. Strategi promosi seperti ini justeru menimbulkan rasa antipati pelanggan dan bukannnya membuka sms tersebut malah buru-buru didelete bahkan sebelum dibaca.
Coba-coba buka websitenya YLKI sekaligus tata cara pengaduan keluhan, ternyata ada juga topik tentang sms premium yang sering menyedot pulsa konsumen, tapi kurang jelas juga apa sms spam yang tidak memakan pulsa tapi cukup menggangu ini bisa masuk ke ranah keluhan yang layak untuk dilaporkan dan di tindak lanjuti. Ada yang pernah coba?...
0 comments:
Post a Comment